Senin, 06 November 2017

ELEMEN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

ELEMEN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


Description: C:\Users\ulfah\Desktop\logo_gunadarma1.jpg


DISUSUN OLEH


                                        Nama                   : Lausendha Rastra Ahnie
                                        NPM                    : 16514006
                                        Kelas                   : 4 PA 05




FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA

2017




ELEMEN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


1.      Pengertian Sistem
Menurut Gaol (2008), sistem merupakan hubungan satu unit dengan unit yang lainnya salinge berhubungan dan tidak dapat dipisahkan serta menuju satu kesatuan dalam rangka mencapai suatu tujuan yan telah ditetapkan.
Marimin, Tanjung & Prabowo (2006) mengemukakan bahwa Sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan komplek.

2.      Karakteristik Sistem
Menurut Hutahaean (2015) Sistem itu dikatakan sistem yang baik, jika memiliki karakteristik yaitu:
a.       Komponen
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama mmbentuk satu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

b.      Batasan sistem (Boundary)
Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menujukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut

c.       Lingkungan luar sistem (environtment)
Lingkungan luar sistem (environtment) adalah diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan  yang harus tetap dijaga dan yang merugikan yang harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan meengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

d.      Penghubung sistem (interface)
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsitem dengan subsitem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsitem ke sub sitem lain. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsitem lain melalui penghubung.

e.       Masukan sistem (input)
Masukan adalah energy yang dimasukan ke dalam sistem, yang dapat berupa perawatan (maintenance input), dan masukan sinyal (signal input). Maintenace input adalah energy yang dimasukan agar sistem dapat beroperasi. Signal input adalah energy yang diproses untuk didapatkan keluaran. Contoh dalam sistem computer program adalah maintenance input sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

f.       Keluaran sistem (output)
Keluaran sistem adalah hasil dari energy yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

g.      Pengolah sistem
Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran. Sistem produksi akan akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, system akutansi akan mengolah data menjadi laporan-laporan keuangan.

h.      Sasaran sistem
Suatu sistem pasti mempunyai  tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

3.      Elemen Sistem
Menurut  Amsyah (2005) modul sistem terdiri dari empat subsistem, yaitu:
a.    Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).

b.      Pengolahan
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.

c.       Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.

d.      Umpan balik/ kontrol
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

4.      Model Sistem Psikologi

a.       Pengertian EPPS
Tes EPPS (Edward Personality Preference Schedule) merupakan tes kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang. Tes ini dikembangkan menurut teori kepribadian H. A Murray, yang mencakup 15 kebutuhan yang harus dimiliki manusia. Edward menyiapkan beberapa butir soal sesuai dengan kebutuhan itu. Tes ini biasanya digunakan orang-orang yang akan memasuki dunia pekerjaan. (Karmiyati & Suryaningrum, 2005).
Salah satu tes kepribadian adalah EPPS atau Edward Personal Preference Schedue. EPPS adalah tes untuk mengukur kecenderungan-kesenderungan yag kita sukai dan megenai perasaan dalam bentuk soal-soal berpasangan.perlu diketahui bahwa penyataan tersebut bisa keluar berulang di soal lain, sehingga ada perlu memperhatikan kosistensi anda. Tes ini digunakan untuk mengetahui 15 variabel kepribadian seseorang.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas EPPS atau Edward Pesonal Preference Schedule adalah salah satu tes kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang. Tes ini dikembangkan menurut teori kepribadian H. A Murray, yang mencakup 15 kebutuhan yang harus dimiliki manusia. tes ini untuk mengukur kecenderungan-kesenderungan yang kita sukai dan megenai perasaan dalam bentuk soal-soal berpasangan.

b.      Tujuan dan manfaat EPPS
Menurut Karmiyati & Suryaningrum (2005), tujuannya adalah untuk mengetahui kesungguhan atau konsistensi subyek dalam mengerjakan tes. Apabila konsisten dapat dikatakan bahwa subyek bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tes dan menjadi valid untuk diskor. Standar konsistensi pengerjaan EPPS adalah 14, namun di Indonesia konsistensi 9 sudah dapat dikatakan valid untuk di skor.
Dalam menjawab item-item EPPS, subyek memiliki kecenderungan untuk melakukan press. Untuk menyiasati hal tersebut, Edward berusaha membuat pasangan-pasangan pernyataan imbang, jumlahnya antara yang mengandung press dengan yang tidak. Dari EPPS akan dihasilkan suatu need profil atau kepribadian seseorang. Hal ini sifatnya ipsative, yaitu untuk membandingkan need profil seseorang dengan yang lain harus dibandingkan keseluruhan need profil tersebut dan bukan setiap need-nya. Membandingkan setiap need dari seseorang hanya boleh dilakukan bila bersifat kelompok.

c.       Elemen Sistem
1.       Masukan (input)          : data base konsistensi soal sebagai dasar dari software ini. Konsistensi tersebut misalnya nomor 1 dan 151 jawabannya harus sama-sama A atau B, bila jawabannya sama maka jawaban tersebut konsisten. Pada ke 15 pasangan tersebut, subyek harus berhasil memberikan minimal 11 jawaban yang konsisten, bila tidak maka dalam software ini informasi tentang subjek tetap bisa terlihat namun subjek akan mendapatkan predikat inkonsisten.

2.       Pengolahan (proses)    : pilih tanda ceklis pada setiap kolom yang memiliki hasil konsisten.

3.       Keluaran (output)        : Skor konsisten atau hasil yang didapatkan untuk pencapaian yang konsisten.

4.       Umpan balik/ kontrol : mengetahui tipe atau kepribadian apa yang dimiliki, lalu mengintrospeksikannya oleh individu yang bersangkutan.


DAFTAR PUSTAKA
Amsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta: PT. Gramedia pustaka umum
Gaol, C.J.L. (2008). Sistem informasi manajemen pemahaman dan aplikasi. Jakarta: Grasindo.
Marimin., Tanjung, H., & Prabowo, H. (2006). Sistem informasi manajemen sumber daya manusia. Bogor: Grasindo.

PENGERTIAN SISTEM INFORMATIKA PSIKOLOGI

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


Description: C:\Users\ulfah\Desktop\logo_gunadarma1.jpg


DISUSUN OLEH


                                        Nama                   : Lausendha Rastra Ahnie
                                        NPM                    : 16514006
                                        Kelas                   : 4 PA 05




FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017




SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

1.      Pengertian Sistem
Menurut Fatta (2007), sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi dan saling bergantung sama lain. Sedangkan menurut Eriyanto (2004), sistem dapat diartikan sebagai suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan yang kompleks. Poerwandarminta (2003), sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berupa alat dan lain sebagainya, yang bekerja sama untuk melaksanakan tujuan tertentu.
Berdasarkan beberapa uraian tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sebagai suatu kumpulan himpunan yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain untuk melaksanakan tujuan tertentu.

2.      Pengertian Informasi
Al Fatta (2007), informasi merupakan data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimaannya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Sedangkan menurut Bodnar dan Hopwood (2000), informasi artinya data yang telah diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengambil sebuah keputusan yang tepat dan benar. Menurut Haryadi (2009), informasi dapat didefinisikan sebagai hasil pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan kejadian-kejadian yang nyata digunakan untuk mengambil keputusan.
Berdasarkan beberapa uraian tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah hasil pengolahan data yang berarti bagi penerimaannya dan bermanfaat dalam mengambil sebuah keputusan yang benar dan tepat.

3.      Pengertian Psikologi
Basuki (2008), psikologi adalah ilmu pengetahuan (ilmiah) yang mempelajari perilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif dan emosional. Sedangkan menurut Sarwono (2009), psikologi diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. Plotnik (2005), psikologi merupakan studi yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental.
Berdasarkan beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya yang sistematik tentang perilaku seseorang serta proses mentalnya.

4.      Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan psikologi yang bermanfaat bagi penggunanya.






DAFTAR PUSTAKA                       


Fatta, H. A. (2007). Analisis & Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta : Penerbitan Andi.

Eriyanto. (2004). Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Bogor : Grasindo.

Poerwandarminta, W. J. S. (2003). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Bodnar, G. H., dan Hopwood, W. S. (2000). Sistem Informasi Akuntansi, terjemahan Amir Abadi Jusuf, Rudi M. Tambunan. Jakarta : Salemba Empat.

Haryadi, H. (2009). Administrasi Perkantoran. Jakarta : Visi Media.

Basuki, H. (2008). Psikologi Umum Seri Diklat Kuliah. Jakarta : Universitas Gunadarma

Gaol, C. J. L. (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta : Grasindo.

Sarwono, S. W. (2009). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta : Rajawali Pers.

Plotnik, R. (2005). Introduction of Psychologi first edition. Australia : Thomson dan Wadworth.

Sabtu, 05 November 2016

Perencanaan (Planning) Kelompok 1

PSIKOLOGI MANAGEMENT
“Perencanaan (Planning)”

3PA05
Nama Kelompok:
Ganiato Cakrawidjaya (14514462)
Lolla Rosalina (15514978)
Lausendha Rastra (16514006)
Nadya Rizkiyanti R. (17514772)


A. Definisi perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan dan menilai bagaimana tujuan tersebut dapat dicapai. Tujuan ditulis dan dibagi dengan anggota organisasi. Setelah gol yang disepakati, rencana aksi spesifik diciptakan untuk mencapai tujuan. Tujuan dari perencanaan adalah untuk memberikan arahan, mengurangi ketidakpastian, mengurangi kegiatan yang tumpang tindih dan boros, dan menetapkan tujuan atau standar yang digunakan dalam mengendalikan. Tanpa perencanaan, manajer tidak akan tahu apa yang harus mengatur, memimpin, atau kontrol.
Perencanaan memberikan perusahaan kesempatan untuk memfokuskan sumber daya mereka pada prioritas utama mereka. Pada tahun 2011, Maple Leaf Foods Inc mengumumkan tahap ketiga dan terakhir dari rencana restrukturisasi multiyear, menghabiskan $ 560.000.000 pada pabrik baru di Hamilton dan di upgrade ke tiga pabrik lainnya. Mereka juga menutup lima pabrik, yang dieliminasi 1500 pekerjaan bersih.Paritas dolar Kanada dengan greenback AS telah terkena inefisiensi manufaktur di banyak perusahaan-perusahaan Kanada, sehingga sulit bagi mereka untuk bersaing lebih besar, lebih produktif perusahaan makanan AS. Maple Leaf, salah satu produsen makanan terbesar di negara itu, adalah contoh mengapa perusahaan perlu mengubah menjadi lebih kompetitif. Maple Leaf akan menutup sebagian besar pabrik pengolahan daging penuaan di Kanada dalam upaya untuk memangkas biaya, termasuk Kitchener pengolahan daging dan pusat distribusi, yang tanggal kembali ke tahun 1890. Sekitar 2.500 pekerjaan sedang dipotong secara keseluruhan, sedangkan tanaman Hamilton baru akan menciptakan 1.000 lapangan kerja baru."Tahap akhir dari rencana ini akan membangun Maple Leaf Foods sebagai perusahaan yang lebih ramping dan menguntungkan, posisi yang baik untuk memberikan signifikan dan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham," kata Michael
McCain, Presiden dan CEO. "Kami menciptakan, melalui salah satu investasi tunggal terbesar dalam industri makanan Kanada, yang sangat efisien, kelas dunia daging siap produksi dan jaringan distribusi yang nyata akan meningkatkan daya saing kami dan menutup kesenjangan biaya dengan rekan-rekan kami di AS.

B. langkah-langkah dalam menyusun perencanaan
 Langkah 1:
Identifikasi Organisasi Saat Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi Bersama-sama visi dan misi memberikan pernyataan organisasi tujuan. Visi menjawab pertanyaan, Apa yang akan bisnis ini berada di masa depan? 26 misi yang menjawab pertanyaan, Apa alasan untuk berada di bisnis? Mendefinisikan manajer pasukan misi lisasi-organisasi untuk hati-hati mengidentifikasi lingkup produk atau jasa mereka. Pernyataan-pernyataan ini memberikan petunjuk untuk apa organisasi lihat sebagai alasan mereka untuk berada di bisnis.
 Langkah 2:
Lakukan Analisis internal Sekarang kita bergerak dari mencari di luar organisasi untuk melihat ke dalam. Analisis internal yang memberikan informasi penting tentang sumber daya organisasi tertentu dan kemampuan. sumber daya organisasi adalah aset keuangan, fisik, manusia, yang tak berwujud digunakan oleh organisasi untuk mengembangkan, memproduksi, dan memberikan produk atau layanan kepada pelanggan. kemampuan keterampilan dan kemampuan dalam melakukan aktivitas kerja yang dibutuhkan dalam usahanya. Kemampuan penciptaan nilai utama dan keterampilan organisasi yang dikenal sebagai kompetensi.
 Langkah 3:
Melakukan Analisis Eksternal Dalam Bab 2, kita menggambarkan lingkungan eksternal sebagai kendala penting pada tindakan seorang manajer. Menganalisis lingkungan yang merupakan langkah penting dalam proses pengelolaan strategis. Manajer di setiap organisasi perlu melakukan analisis eksternal. Mereka perlu tahu, misalnya, apa yang dilakukan pesaing, apa peraturan hukum yang mungkin mempengaruhi organisasi, atau apa pasokan tenaga kerja seperti di lokasi di mana ia beroperasi. Dalam menganalisis lingkungan eksternal, manajer harus memeriksa kedua khusus dan lingkungan umum untuk melihat apa yang tren dan perubahan yang terjadi.

 Langkah 4:
Merumuskan Strategi Setelah analisis SWOT selesai, manajer perlu mengembangkan dan mengevaluasi alternatif strategi dan kemudian memilih strategi yang baik memanfaatkan kekuatan organisasi dan memanfaatkan peluang lingkungan atau memperbaiki kelemahan organisasi dan buffer itu terhadap ancaman. Strategi perlu dibentuk untuk perusahaan, bisnis, dan tingkat fungsional organisasi, yang akan kita uraikan lama.
 Langkah 5:
Melaksanakan Strategi Setelah strategi dirumuskan, mereka harus dilaksanakan. Tidak peduli seberapa efektif suatu organisasi telah merencanakan strategi, ia tidak dapat berhasil jika strategi tidak dilaksanakan dengan baik. Melibatkan semua anggota organisasi dalam perencanaan strategis juga penting.

 Langkah 6:
Evaluasi Hasil Langkah terakhir dalam proses manajemen strategis adalah mengevaluasi hasil. Seberapa efektif telah strategi telah? Sebuah strategi menang adalah salah satu yang menyediakan keunggulan kompetitif, mengarah ke peningkatan kinerja, dan cocok industri dan kompetitif situation.38 penyesuaian Apa, jika ada, yang diperlukan? Revisi menjadi perlu karena beberapa alasan: spe kinerja perusahaan cific, perubahan kondisi lingkungan, dan opportunities baru kami mendiskusikan langkah ini dalam cakupan kami dari proses kontrol.

C. Manfaat Perencanaan
Sebagai langkah awal dari kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan, perencanaan memilki manfaat-manfaat sebagai berikut:
1. Perencanaan dapat membuat pelaksanaan tugas menjadi tepat dan kegiatan tiap unit akan terorganisasi menuju arah yang sama.
2. Perencanaan yang di susun berdasarkan penelitian yang akurat akan menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.
3. Perencanaan memuat standar-standar atau batas-batas tindakan dan biaya sehingga memudahkan pelaksanaan pengawasan.
4. Perencanaan dapat digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan, sehingga aparat pelaksana memiliki irama atau gerak dan pandangan yang sama untuk mencapai tujuan perusahaan.

D. Jenis Perencanaan Dalam Organisasi
Ada tiga jenis strategi organisasi: perusahaan, bisnis, dan fungsional. Mereka berhubungan dengan tingkat tertentu dari lisasi - organisasi yang memperkenalkan strategi. Manajer di tingkat atas organisasi yang ada biasanya bertanggung jawab untuk strategi perusahaan; misalnya, Michael McCain berencana strategi restrukturisasi Maple Leaf Foods. Maple Leaf memiliki tiga divisi yang terpisah bisnis tingkat dan direksi melaporkan ke McCain: kelompok daging produk, kelompok Agribisnis, dan kelompok Bakery Produk. Manajer dalam setiap divisi bertanggung jawab atas strategi fungsional seperti
akuntansi dan pemasaran. Mari kita lihat masing-masing jenis strategi organisasi.

1. Strategi Perusahaan
Strategi perusahaan adalah strategi yang mengevaluasi bisnis apa perusahaan dalam, harus dalam, atau ingin menjadi, dan apa yang ingin dilakukan dengan bisnis mereka. Strategi perusahaan didasarkan pada misi dan tujuan organisasi dan peran yang masing-masing unit bisnis organisasi akan bermain. Ambil PepsiCo, sebagai contoh. Misinya adalah untuk menjadi produser sukses dan pemasar minuman dan paket-produk makanan berusia, dan strategi untuk mengejar misi dan berbagai tujuan adalah melalui bisnis yang berbeda termasuk Amerika Utara Soft Drinks, Frito-Lay, Gatorade, Tropicana Produk, dan PepsiCo International. Pada suatu waktu, PepsiCo memiliki divisi restoran yang termasuk Taco Bell, Pizza Hut, dan KFC, tetapi karena tekanan persaingan yang ketat di industri restoran dan ketidakmampuan divisi untuk memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan, PepsiCo membuat keputusan strategis untuk spin off divisi yang sebagai entitas bisnis yang terpisah dan independen, yang sekarang dikenal sebagai YUM Brands Inc. Apa jenis strategi perusahaan melakukan organisasi seperti penggunaan PepsiCo?

Dalam memilih apa bisnis berada di, manajemen senior dapat memilih di antara tiga jenis utama dari strategi perusahaan: pertumbuhan, stabilitas, dan pembaharuan. Untuk menggambarkan, Walmart, Cadbury Schweppes, dan General Motors (GM) adalah perusahaan yang tampaknya akan di arah yang berbeda. Walmart cepat memperluas operasinya dan mengembangkan bisnis dan ritel konsep-konsep baru. Manajer Cadbury, di sisi lain, konten untuk menjaga status quo dan fokus pada industri permen. Sementara itu, penjualan lesu dan ketidakpastian prospek dalam industri otomotif telah mendorong GM untuk mengambil langkah-langkah drastis dalam menangani masalah. Masing-masing organisasi menggunakan berbagai jenis strategi korporat. Mari kita lihat lebih dekat pada setiap jenis.

 Pertumbuhan
Meskipun Walmart adalah nomor satu di dunia pengecer, terus tumbuh, dan selama lima tahun ke depan akan memusatkan upaya pertumbuhan internasional. Walmart Kanada dibuka 40 supercentres baru pada tahun 2012, yang meningkatkan jumlah kantor supercentres sebesar 33 persen, 40 operasi internasional Walmart melibatkan lebih dari 3400 toko pada tahun 2009, dan akun toko-toko ini sekitar 25 persen dari pendapatan. 41 sebuah strategi perusahaan pertumbuhan digunakan ketika suatu organisasi ingin tumbuh dan melakukannya dengan memperluas jumlah produk yang ditawarkan atau pasar disajikan , baik melalui bisnis saat ini atau melalui bisnis baru. Sebagai hasil dari strategi pertumbuhan, organisasi dapat meningkatkan pendapatan penjualan, jumlah karyawan, pangsa pasar, atau ukuran kuantitatif lainnya. Bagaimana organisasi dapat tumbuh? Melalui konsentrasi, integrasi vertikal, integrasi horizontal, atau diversifikasi.

 Pertumbuhan Konsentrasi
Pertumbuhan konsentrasi melalui konsentrasi dicapai ketika sebuah organisasi konsentrat ada baris utama bisnis dan meningkatkan jumlah produk yang ditawarkan atau pasar disajikan dalam bisnis utama ini. Tidak ada perusahaan lain yang diperoleh atau digabung dengan bukan perusahaan memilih untuk tumbuh dengan meningkatkan operasi bisnis sendiri. Misalnya, Oakville, berdasarkan Ontario Tim Hortons membuka sekitar 200 gerai baru tahun dan saat ini fokus sebagian besar bukaan baru di kota kecil barat Kanada, Quebec, dan Amerika Serikat, di mana ia memiliki 184 toko pada tahun 2004.

 Integrasi Vertikal
Sebuah perusahaan juga dapat memilih untuk tumbuh integrasi vertikal, yang merupakan upaya untuk mendapatkan kontrol dari input (bangsal kembali integrasi vertikal), keluaran (integrasi ke depan vertikal), atau keduanya. Dalam integrasi vertikal ke belakang, organisasi mencoba untuk mendapatkan kontrol input dengan menjadi pemasok sendiri. Misalnya, Prancis perhotelan raksasa Accor, yang memiliki Motel 6, atap losmen merah, dan berbagai sifat khusus lainnya, juga memiliki mayoritas Travel Wagonlit Carlson, salah satu agen perjalanan terbesar di dunia. Dalam integrasi vertikal ke depan, keuntungan organisasi pengendalian outputnya (produk atau jasa) dengan menjadi distributor sendiri. Misalnya, beberapa produsen dengan merek yang kuat termasuk Coach, Apple, Lacoste, dan Lego telah membuka toko-toko pilih mana pelanggan dapat membeli produk. Dengan kata lain, mereka telah menjadi distributor mereka sendiri.

 Integrasi Horizontal
Dalam integrasi horizontal, perusahaan tumbuh dengan menggabungkan dengan organisasi lain dalam industri yang sama yaitu, menggabungkan operasi dengan pesaing. Anheuser Busch InBev dari Belgia, yang memiliki Alexander Keith dan Labatt, adalah pembuat bir terkemuka di dunia, itu adalah pemain dominan di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Australia, dan sebagian Asia dan Afrika karena akuisisi pabrik lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, integrasi horizontal telah sering dianggap di industri perbankan di Kanada.

 Diversifikasi
Sebuah organisasi dapat tumbuh melalui diversifikasi, baik terkait atau tidak terkait. Dalam diversifikasi terkait perusahaan tumbuh dengan menggabungkan dengan atau mengakuisisi perusahaan di industri yang berbeda, tetapi terkait,. Misalnya, berbasis di Toronto Weston Foods terlibat dalam industri kue dan susu, sedangkan kepemilikan dari Loblaw Perseroan Terbatas (Loblaw) menyediakan untuk distribusi produk makanan Weston. Diversifikasi yang tidak berhubungan perusahaan tumbuh dengan menggabungkan dengan atau mengakuisisi perusahaan dalam industri yang berbeda dan tidak berhubungan. Toronto berdasarkan Brookfield Asset Management (sebelumnya Brascan) adalah salah satu dari beberapa konglomerat Kanada yang mengejar strategi diversifikasi. Di bawah CEO Bruce Flatt, Brascan telah memfokuskan pembangunan di tiga bidang perumahan (Brookfield Properties), jasa keuangan (Brookfield Asset Management), dan pembangkit listrik (Brookfield Power). Perusahaan juga memiliki 49 persen dari Fraser Papers, produsen terkemuka khusus percetakan, penerbitan, dan mengkonversi kertas 38 persen dari Norbord, sebuah perusahaan kertas karton dan 23 persen dari Stelco, produsen baja. Namun, diversifikasi terkait telah jatuh dari nikmat dalam beberapa tahun terakhir. Terlalu banyak diversifikasi dapat menyebabkan manajer kehilangan kontrol bisnis inti organisasi mereka, yang dapat mengurangi nilai daripada menciptakannya. Diversifikasi tidak terkait juga menderita dari kurangnya cocok strategis. diversifikasi terkait memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dari skala ekonomi dan transfer pengetahuan.
 Stabilitas Strategi 
Stabilitas adalah strategi perusahaan yang ditandai dengan tidak adanya perubahan signifikan dalam apa organisasi sedang melakukan. Contoh strategi ini termasuk terus melayani klien yang sama dengan menawarkan produk atau layanan yang sama, mempertahankan pangsa pasar, dan mempertahankan operasi organisasi bisnis. organisasi tidak tumbuh, tetapi tidak jatuh di belakang baik. 

 Pembaruan 
Majalah bisnis populer sering mencetak cerita tentang organisasi yang tidak memenuhi tujuan mereka atau yang kinerjanya menurun. Ketika sebuah organisasi dalam kesulitan, sesuatu yang perlu dilakukan. Manajer perlu mengembangkan strategi yang mengatasi kelemahan organisasi yang mengarah ke penurunan kinerja. Strategi ini disebut strategi pembaharuan. Ada dua jenis utama dari strategi pembaharuan: penghematan dan perputaran.

2. Strategi Bisnis
Pemilihan strategi perusahaan menetapkan arah untuk seluruh organisasi. Selanjutnya, setiap unit dalam organisasi harus menerjemahkan strategi perusahaan ini menjadi satu set strategi bisnis yang akan memberikan organisasi keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif adalah apa yang membuat sebuah organisasi terpisah: yaitu, tepi yang berbeda. Tepi yang berbeda berasal dari inti organisasi kompetensi kegiatan organisasi yang lain tidak dapat melakukan atau apa yang dilakukannya baik dari pada yang lain dapat melakukan.
 Strategi Kompetitif
Banyak ide-ide penting dalam manajemen strategis telah datang dari karya Michael Porter, Profesor di Harvard Business School. kerangka strategi kompetitif mengidentifikasi tiga strategi generik dari mana manajer dapat memilih. Kesuksesan tergantung pada memilih strategi yang tepat yang sesuai dengan kekuatan kompetitif (sumber daya dan kemampuan) dari organisasi dan industri itu di kontribusi besar Porter telah menjelaskan bagaimana manajer dapat menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif yang akan memberikan perusahaan di atas rata-rata profitabilitas. Sebuah elemen penting dalam melakukan hal ini adalah analisis industri.
 Strategi Kepemimpinan Biaya
Ketika sebuah organisasi menetapkan untuk menjadi biaya produser terendah di industri, itu mengikuti strategi kepemimpinan biaya. Seorang pemimpin biaya rendah agresi sively pencarian keluar efisiensi dalam produksi, pemasaran, dan area lain dari operasi di atas kepala, disimpan ke minimum, dan perusahaan melakukan segala sesuatu yang bisa untuk memotong biaya. Anda tidak akan menemukan seni mahal atau dekorasi interior di kantor pemimpin biaya rendah. Misalnya, di kantor pusat Walmart di Bentonville, Arkansas, perabot kantor jarang dan menjemukan tapi fungsional.
 Strategi diferensiasi
Sebuah perusahaan berusaha untuk menawarkan produk-produk yang unik yang banyak dihargai oleh pelanggan mengikuti strategi diferensiasi. Sumber diferensiasi mungkin kualitas yang sangat tinggi, layanan yang luar biasa, desain yang inovatif, kemampuan teknologi, atau citra merek yang luar biasa positif. Kunci untuk strategi bersaing ini adalah bahwa apa pun produk atau layanan atribut dipilih untuk membedakan harus mengatur perusahaan terpisah dari para pesaingnya dan cukup signifikan untuk membenarkan harga premium yang melebihi biaya membedakan. St. Stephen, yang berbasis di New Brunswick Ganong Bros, pembuat cokelat kecil, membedakan diri dari pembuat cokelat kotak besar dengan berfokus pada pasar cokelat berbagai macam. Fokus ini memungkinkan untuk peringkat kedua di Kanada di pasar itu. Vancouver Kota Tabungan Credit Union membedakan diri dari pesaing melalui fokus pada masyarakat dan pelanggan. Keuntungan tidak hanya tujuan bank, dan pada tahun 2010 Vancity kembali rekor $ 23.500.000 kepada anggota dan masyarakat, naik dari $ 15.200.000 pada tahun 2009.

 Strategi fokus
Pertama dua dari strategi kompetitif Michael Porter mencari keunggulan kompetitif di pasar yang luas. Namun, strategi fokus melibatkan keunggulan biaya (cost leadership fokus) atau keunggulan diferensiasi (differentiation focus) dalam segmen industri yang sempit. Artinya, manajer pilih segmen pasar dalam industri dan menyesuaikan strategi mereka untuk melayani daripada pasar yang luas. Segmen dapat didasarkan pada berbagai produk, jenis pembeli akhir, saluran distribusi, atau lokasi geografis pembeli. Misalnya, di Compania Chilena de Fosforos SA, Chili produsen produk kayu besar, Wakil Ketua Gustavo Romero Zapata menyusun strategi fokus untuk menjual sumpit di Jepang. Pesaing, dan bahkan manajer perusahaan lain, pikir dia gila. Namun, dengan berfokus pada segmen ini, strategi Romero berhasil menciptakan lebih banyak permintaan untuk sumpit perusahaannya dari pohon-pohon dewasa yang dapat digunakan untuk membuat produk.

 Terjebak di tengah-tengah
Apa yang terjadi jika sebuah organisasi tidak dapat mengembangkan keunggulan kompetitif melalui biaya atau diferensiasi? Porter menggunakan istilah terjebak di tengah-tengah untuk menggambarkan organisasi-organisasi yang merasa sangat sulit untuk mencapai keberhasilan jangka panjang. Dia melanjutkan untuk dicatat bahwa organisasi yang sukses sering mendapat masalah dengan mencapai melampaui keunggulan kompetitif mereka dan berakhir terjebak di tengah. Perusahaan Teluk department store Hudson dalam beberapa tahun terakhir tampaknya telah memiliki strategi ini, menghindari strategi biaya rendah dari Walmart, tetapi juga menghindari strategi butik fashion akhir yang lebih tinggi seperti Holt Renfrew.

3. Strategi Fungsional
Strategi fungsional adalah strategi yang digunakan oleh berbagai departemen fungsional organisasi untuk mendukung strategi bisnis. Untuk organisasi dengan departemen fungsional tradisional seperti manufaktur, pemasaran, sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, dan keuangan, strategi ini harus mendukung strategi bisnis. Masalah timbul ketika karyawan dan pelanggan tidak mengerti strategi perusahaan. Air Canada berusaha untuk bersaing sebagai biaya pesaing rendah untuk WestJet melalui Zip. Pembagian biaya rendah ini berhenti beroperasi karena pemasaran yang buruk (kurangnya branding) dan strategi sumber daya manusia (karyawan Zip dibayar kurang dari Air Canada karyawan) 0,54 Sebaliknya, WestJet Airlines berkomunikasi strategi yang sangat jelas untuk karyawannya: penerbangan menyenangkan dan pengalaman terjangkau bagi wisatawan. Karyawan diminta untuk menerapkan strategi ini dengan bekerja untuk menjaga harga turun dan meningkatkan perputaran waktu. Sadar strategi, semua karyawan WestJet tahu apa yang diharapkan dari mereka dalam krisis, dan semua karyawan membantu dengan cara apa pun yang diperlukan untuk memenuhi strategi ini.




Daftar Pustaka

- Robbins, Stephen, P. (2013). Planning and strategic management. New jersey: Person education.
- S, Alam. (2007). Ekonomi 3. Jakarta: Erlangga.

Kamis, 31 Maret 2016

Pertumbuhan Personal (Kelompok 9)



TUGAS KESEHATAN MENTAL
PERTUMBUHAN PERSONAL





Disusun Oleh :


Jesicca Adella (1C514767)
Lausendha Rastra A (16514006)
Linassichah Zulfah (16514077)
Mellyza Dwi S (16514584)
Nadya Rizkiyanti R (17514772)
Ratna Ningtiyas N (18514947)
Risqi Agus saputra (19514524)
Sujabat Kartiko S (1A514497)
Kelas : 2PA05

Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarma
2016


Pembahasan

Kehidupan manusia dihubungkan dalam 2 proses yang terus menerus dan berkelanjutan. Kedua proses tersebut merupakan pengertian dari pertumbuhan dan perkembangan. Manusia mempunyai kapasitas jasmanih dan rohaniah sebagai suatu kondisi yang menuju pada arah kesempurnaan. Menurut Crow dan Crow , kematangan atau pertumbuhan sejak pembuahan dan seterusnya merupakan gejala alamiah. Pertumbuhan itu sebagai suatu hasil dari fakor-faktor luar dari individu yang matang atau tumbuh itu bisa di tunjukan sebagi perkembangan . Definisi pertumbuhan ialah perubahan secara fisiologis dari hasil proses suau kematangan funsi-fungsi jasmani sebagai akibat dari adannya pengaruh lingkungan. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai proses berubahnya keadaan jasmaniah (fisik) yang turun-menurun dalam bentuk proses aktif yang berkesinambungan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan diri merupakan perubahan atau perkembangan dalam arah yang diharapkan atau diinginkan. Bertumbuh sebagai individu berarti menjadi lebih penuh pemahaman, kompeten, dan penuh perhatian pada sesama. Proses dan perubahan dalam menuju pertumbuhan diri sangat bervariasi tergantung: kebutuhannya, nilai-nilai yang dianut, serta perkembangan di masa lampau.
Berikut adalah konsep yang berkaitan dengan pertumbuhan personal :

1.     Penekanan Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.
Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai keadaan dimana diferensiasi, artikulasi dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian-bagiannya akan menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.

2.     Penyesuaian diri dan pertumbuhan
Penyesuaian diri merupakan suatu istilah yang sangat sulit didefinisikan, karenamemiliki
banyak arti dan tidak memiliki patokan jelas untuk menilai nya. Menurut Kartono, penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya. Sehingga permusuhan, kemarahan, depresi, dan emosi negatif lain sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis. Hariyadi, dkk (2003) menyatakan penyesuaian diri adalah kemampuan mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan atau dapat pula mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan atau keinginan diri sendiri.
Pengertian penyesuaian diri adalah proses yang diharapi oleh individu dalam mengenal lingkungan yang baru. Menurut Schneider (dalam Partosuwido, 1993) penyesuaian diri merupakan kemampuan untuk mengatasi tekanan kebutuhan, frustrasi dan kemampuan untuk mengembangkan mekanisme psikologis yang tepat. Menurut Callhoun dan Acocella (dalam Sobur, 2003), penyesuaian dapat didefenisikan sebagai interaksi individu yang kontinu dengan diri individu sendiri, dengan orang lain, dan dengan dunia individu. Menurut pandangan para ahli diatas, ketiga faktor tersebut secara konstan mempengaruhi individu dan hubungan tersebut bersifat timbal balik mengingat individu secara konstan juga mempengaruhi kedua faktor lain.
Menurut Schneiders (1964), pengertian penyesuaian diri dapat ditiinjau dari tiga sudut pandang, yaitu:
1.     Penyesuaian sebagai adaptasi --- Menurut pandangan ini, penyesuaian diri cenderung diartikan sebagai usaha mempertahankan diri secara fisik, bukan penyesuaian dalam arti psikologis, sehingga ada kompleksitas kepribadian individu dengan lingkungan yang terabaikan.
  1. Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas --- Penyesuaian diri diartikan sama dengan penyesuaian yang mencakup konformitas terhadap suatu norma. Pengertian ini menyiratkan bahwa individu seakan-akan mendapat tekanan kuat untuk harus selalu mampu menghindarkan diri dari penyimpangan perilaku, baik secara moral, sosial maupun emosional. Menurut sudut pandang ini, individu selalu diarahkan kepada tuntutan konformitas dan diri individu akan terancam tertolak jika perilaku individu tidak sesuai dengan norma yang berlaku.
  2. Penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan --- Penyesuaian diri dipandang sebagai kemampuan untuk merencakan dan mengorganisasikan respons dalam cara-cara tertentu sehingga konflik-konflik, kesulitan dan frustasi tidak terjadi, dengan kata lain penyesuaian diri diartikan sebagai kemampuan penguasaan dalam mengembangkan diri sehingga dorongan emosi dan kebiasaan menjadi terkendali dan terarah.
Berdasarkan tiga sudut pandang tentang penyesuaian diri yang disebut diatas, dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri dapat diartikan sebagai suatu proses yang mencakup suatu respon-respon mental dan perilaku yang diperjuangkan individu agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi, konflik serta untuk menghasilkan kualitas keselarasan antara tuntutan dari dalam diri individu dengan tuntutan dari dunia luar atau lingkungan tempat individu berada (Ali & Asrori, 2004).

3.     Variasi Dalam Pertumbuhan
Pertumbuhan yang di alami dan terjadi pada diri individu bervariasi, pasti tidaklah sama
antara individu yang satu dengan yang lain. Dan tidak selamanya individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri, karena terkadang ada rintangan-rintangan tertentu yang menyebabkan tidak berhasil melakukan penyesuaian diri. Rintangan-rintangan itu mungkin terdapat dalam dirinya atau mungkin diluar dirinya. Hal ini yang menyebabkan mengapa adanya variasi dalam pertumbuhan. Variasi Pertumbuhan mencakup Kematangan emosional, kematangan intelektual, kematangan sosial dan Tanggung jawab dalam hubungan intrapersonal.

4.     Kondisi dan tahapan memulai pertumbuhan
Faktor lainnya yang memengaruhi proses penyesuaian diri individu yaitu kondisi
untuk tumbuh dimana dapat dilihat dari jawaban atas pertanyaan  “dimana dan seperti apa kondisi individu untuk tumbuh?”
Lingkungan yang berbeda akan menimbulkan kondisi individu untuk bertumbuh yang berbeda, sehingga menyebabkan penyesuaian diri untuk kondisi lingkungan untuk tumbuh itu juga akan berbeda. Misalkan lingkungan dengan kondisi yang serba berkecukupan, kasih sayang yang diberikan orang tua berlimpah, pola asuh yang demokratis yang diterapkan oleh orang tua juga akan menciptakan penyesuaian diri dengan kondisi bertumbuh yang berbeda dengan kondisi lingkungan dimana kebutuhan ekonomi terkecukupi dengan baik, tetapi kasih sayang yang diberikan dari orang tua ke individu tersebut kurang serta adanya perasaan bahwa dia diabaikan oleh orang tua nya. Walaupun dari tingkat yang sama dilihat dari ekonomi yang setingkat, akan tetapi banyak faktor lain yang membuat penyesuaian diri pada individu menjadi lebih kompleks. Apalagi jika dibandingkan dengan tingkat ekonomi yang jauh lebih rendah, maka penyesuaian diri sesuai dengan kondisi lingkungan tumbuh yang lain pun akan berbeda untuk mengatasi berbagai persoalan hidup yang pelik ini.
 Ada beberapa kondisi yang memberi pengaruh besar bagi pertumbuhan diri, yaitu:
perubahan fisik dan lingkungan, peristiwa hidup yang signifikan, perubahan dalam diri individu, serta kehidupan pribadi. Tiga fase dalam mengawali pengalaman bertumbuh :
a.      Menyatakan (perlu/ adanya/ mesti) perubahan
b.      Merasakan adanya situasi yang terganggu atau ketidakpuasan seperti: rasa khawatir, cemas, dan tidak nyaman .Menata ulang pengalaman, dengan memulai persepsi baru dan penerimaan diri Kierkegaard: “Dalam hidup sangatlah penting untuk memahaminya dengan kembali ke belakang, tetapi kita haruslah tetap hidup dengan pandangan ke depan”
Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan diri yaitu:
1)     Faktor Biologis/genetis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang baik seperti tangan, kaki, kepala, dan lain lain. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa kesamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada juga warisan biologis yang bersifat khusus yang dilihat dari masa konsepsi, bersifat tetap atau tidak berubah sepanjang kehidupannya, menentukan beberapa karakteristik seperti jenis kelamin, ras, warna rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti tempramen, potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal.
2)     Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan menimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
3)     Faktor Kebudayaan
Khusus perbedaan kebudayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.
Dari semua faktor-faktor di atas pengaruh dari lingkungan seperti keluarga, maupun
masyarakat akan memberikan dampak pertumbuhan bagi individu. Seiring berjlanannya waktu maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.

5.     Fenomenalogi Pertumbuhan
Fenomenologi memandang manusia hidup dalam “dunia kehidupan” yang  dipersepsi
dan diinterpretasi secara subyektif. Setiap, orang mengalami dunia dengan caranya sendiri. “Alam pengalaman setiap orang berbeda dari alam pengalaman orang lain.” (Brouwer, 1983). Fenomenologi banyak mempengaruhi tulisan – tulisan Carl Rogers.
Carl Roger (1961) menyebutkan 3 aspek yang memfasilitasi pertumbuhan personal dalam suatu hubungan :
a.      Keikhlasan kemampuan untuk menyadari perasaan sendiri, atau menyadari kenyataan.
b.     Menghormati keterpisahan dari orang lain tanpa kecuali, dan  
c.      Keinginan yang terus menerus untuk memahami atau berempati terhadap orang lain.
Dalam tulisan-tulisan carl roger terdapat fenomenologi.
1.     “Tiap individu ada dalam dunia pengalaman yang selalu berubah, dimana dia menjadi pusatnya”
2.     "Individu bereaksi terhadap medan sebagaimana medan itu dialami dan diamatinya. Bagi individu dunia pengamatan ini adalah kenyataan (realitas)“
3.       “Individu bereaksi terhadap medan phonomenal sebagai keseluruhan yang terorganisasi (organized whole)“
4.      “Organisme mempunyai satu kecenderungan dan dorongan dasar, yaitu mengaktualisasikan, mempertahankan, dan mengembangkan diri.“
5.      “Pada dasarnya tingkah laku itu adalah usaha individu yang berarah tujuan (goal directed, doelgericht), yaitu untuk memuaskan kebutuhan –kebutuhan sebagaiana dialaminya, dalam medan sebagaimana diamatainya.“



DAFTAR PUSTAKA

Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta : PT. Kanisius (Anggota IKAPI)
Semium, Yustinus (2006) Kesehatan mental 1. Yogyakarta: PT. Kanisius