ELEMEN SISTEM
INFORMASI PSIKOLOGI

DISUSUN OLEH
Nama : Lausendha Rastra Ahnie
NPM : 16514006
Kelas : 4 PA 05
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2017
ELEMEN SISTEM
INFORMASI PSIKOLOGI
1. Pengertian
Sistem
Menurut
Gaol (2008), sistem merupakan hubungan satu unit dengan unit yang lainnya
salinge berhubungan dan tidak dapat dipisahkan serta menuju satu kesatuan dalam
rangka mencapai suatu tujuan yan telah ditetapkan.
Marimin, Tanjung
& Prabowo (2006) mengemukakan bahwa Sistem adalah suatu
kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain
yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan komplek.
2. Karakteristik
Sistem
Menurut Hutahaean (2015) Sistem itu
dikatakan sistem yang baik, jika memiliki karakteristik yaitu:
a.
Komponen
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen
yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama mmbentuk satu
kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau
bagian-bagian dari sistem.
b.
Batasan sistem (Boundary)
Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara
suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan
sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan
suatu sistem menujukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut
c.
Lingkungan luar sistem (environtment)
Lingkungan luar sistem (environtment) adalah
diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat
bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan yang
harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan meengganggu kelangsungan hidup
dari sistem.
d.
Penghubung sistem (interface)
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara
satu subsitem dengan subsitem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan
sumber-sumber daya mengalir dari subsitem ke sub sitem lain. Keluaran (output)
dari subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsitem lain melalui penghubung.
e.
Masukan sistem (input)
Masukan adalah energy yang dimasukan ke dalam sistem,
yang dapat berupa perawatan (maintenance input), dan masukan sinyal (signal
input). Maintenace input adalah energy yang dimasukan agar sistem dapat
beroperasi. Signal input adalah energy yang diproses untuk didapatkan keluaran.
Contoh dalam sistem computer program adalah maintenance
input sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
f.
Keluaran sistem (output)
Keluaran sistem adalah hasil dari energy yang diolah
dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh
komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan sedangkan informasi
adalah keluaran yang dibutuhkan.
g.
Pengolah sistem
Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan merubah
masukkan menjadi keluaran. Sistem produksi akan akan mengolah bahan baku
menjadi bahan jadi, system akutansi akan mengolah data menjadi laporan-laporan
keuangan.
h.
Sasaran sistem
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal)
atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan input
yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
3. Elemen
Sistem
Menurut
Amsyah (2005) modul sistem terdiri dari empat subsistem, yaitu:
a.
Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang
masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan
dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak
tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang
tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).
b. Pengolahan
Proses merupakan bagian yang
melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang
berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga
bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau
limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit,
proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
c. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil
dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi,
saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
d. Umpan balik/ kontrol
Mekanisme pengendalian (control
mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik
keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun
proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan
tujuan.
4.
Model Sistem Psikologi
a. Pengertian EPPS
Tes
EPPS (Edward Personality Preference Schedule) merupakan tes kepribadian yang
mengukur tingkat kepribadian seseorang. Tes ini dikembangkan menurut teori
kepribadian H. A Murray, yang mencakup 15 kebutuhan yang harus dimiliki
manusia. Edward menyiapkan beberapa butir soal sesuai dengan kebutuhan itu. Tes
ini biasanya digunakan orang-orang yang akan memasuki dunia pekerjaan.
(Karmiyati & Suryaningrum, 2005).
Salah
satu tes kepribadian adalah EPPS atau Edward Personal Preference Schedue. EPPS
adalah tes untuk mengukur kecenderungan-kesenderungan yag kita sukai dan
megenai perasaan dalam bentuk soal-soal berpasangan.perlu diketahui bahwa
penyataan tersebut bisa keluar berulang di soal lain, sehingga ada perlu
memperhatikan kosistensi anda. Tes ini digunakan
untuk mengetahui 15 variabel kepribadian seseorang.
Berdasarkan
pendapat para ahli diatas EPPS atau Edward Pesonal Preference Schedule adalah
salah satu tes kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang. Tes ini
dikembangkan menurut teori kepribadian H. A Murray, yang mencakup 15 kebutuhan
yang harus dimiliki manusia. tes ini untuk mengukur kecenderungan-kesenderungan
yang kita sukai dan megenai perasaan dalam bentuk soal-soal berpasangan.
b. Tujuan dan manfaat EPPS
Menurut Karmiyati & Suryaningrum (2005), tujuannya
adalah untuk mengetahui kesungguhan atau konsistensi subyek dalam mengerjakan
tes. Apabila konsisten dapat dikatakan bahwa subyek bersungguh-sungguh dalam
mengerjakan tes dan menjadi valid untuk diskor. Standar konsistensi pengerjaan
EPPS adalah 14, namun di Indonesia konsistensi 9 sudah dapat dikatakan valid
untuk di skor.
Dalam
menjawab item-item EPPS, subyek memiliki kecenderungan untuk melakukan press.
Untuk menyiasati hal tersebut, Edward berusaha membuat pasangan-pasangan
pernyataan imbang, jumlahnya antara yang mengandung press dengan yang tidak.
Dari EPPS akan dihasilkan suatu need profil atau kepribadian seseorang. Hal ini
sifatnya ipsative, yaitu untuk membandingkan need profil seseorang dengan yang
lain harus dibandingkan keseluruhan need profil tersebut dan bukan setiap
need-nya. Membandingkan setiap need dari seseorang hanya boleh dilakukan bila
bersifat kelompok.
c. Elemen Sistem
1. Masukan
(input) : data
base konsistensi soal sebagai dasar dari software ini. Konsistensi tersebut
misalnya nomor 1 dan 151 jawabannya harus sama-sama A atau B, bila jawabannya
sama maka jawaban tersebut konsisten. Pada ke
15 pasangan tersebut, subyek harus berhasil memberikan minimal 11 jawaban yang
konsisten, bila tidak maka dalam software ini informasi tentang subjek tetap
bisa terlihat namun subjek akan mendapatkan predikat inkonsisten.
2. Pengolahan
(proses) : pilih tanda
ceklis pada setiap kolom yang memiliki hasil konsisten.
3. Keluaran
(output) : Skor konsisten atau
hasil yang didapatkan untuk pencapaian yang konsisten.
4. Umpan
balik/ kontrol : mengetahui tipe atau
kepribadian apa yang dimiliki, lalu mengintrospeksikannya oleh individu yang
bersangkutan.
DAFTAR PUSTAKA
Amsyah, Z.
(2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta: PT. Gramedia pustaka umum
Gaol, C.J.L.
(2008). Sistem informasi manajemen pemahaman dan aplikasi.
Jakarta: Grasindo.
Marimin.,
Tanjung, H., & Prabowo, H. (2006). Sistem informasi manajemen
sumber daya manusia. Bogor: Grasindo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar